70 persen wilayah Makassar lautan potensinya melimpah

DISNAKER MKS,- Pemerintah Kota Makassar menyatakan potensi kelautan kota ini cukup besar dengan 70 persen di antaranya adalah lautan yang ketika dimanfaatkan bisa memberikan kontribusi besar pada kesejahteraan masyarakatnya.

“Makassar ini dikelilingi oleh lautan dan 70 persen wilayahnya memang lautan. Makanya, jika ini dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, potensi kemaritiman yang dimiliki kota Makassar harusnya menjadi daya tarik untuk dikelola dengan baik karena sumber daya alamnya yang melimpah.

Karenanya, dia mengharapkan peran semua pihak khususnya Pemerintah Daerah untuk mengolah dengan baik potensi sumber daya alam ini yang dimilikinya.

Ia bahkan mengharapkan adanya rekomendasi kongkrit guna terwujudnya pembangunan serta beroperasinya sarana prasarana pendukung produksi kelautan dan perikanan khususnya di Regional Sulawesi.

“Makassar dahulunya terkenal sebagai pemasok nelayan dan hal ini ingin dikembangkan kembali yang kini mulai memudar, yang terlihat dari jumlah penduduk Makassar yang bermata pencaharian dibidang kelautan hanya sekitar sembilan persen,” katanya.

Pada rapat koordinasi pemenuhan pasokan daya listrik bago sarana dan prasarana pendukung produksi kelautan dan perikanan regional Sulawesi ini, Deng Ical mengharap agar ada bantuan untuk peningkatan sarana dan prasarana khusus bagi para pelayan.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa, Agung Kuswandono memaparkan pentingnya pembahasan terkait penyediaan pasokan listrik khususnya bagi para nelayan.

Dikarenakan Sumber daya alam khususnya produksi kelautan di wilayah Indonesia, sangat luar biasa. Namun untuk pemberdayaan pada second step belum maksimal.

“Saat ini nelayan belum memiliki kastorik, alat penyimpanan ikan agar dapat lebih awet sehingga tangkapan nelayan dapat dikelolah dengan baik, bukan hanya ditangkap dan segera di jual ke kapal asing di tengah laut,” ujarnya.

Menurutnya permasalahan tersebut terlihat sederhana namun memberikan efek untuk peningkatan masyarakat khususnya nelayan, sehingga membutuhkan koordinasi mulai dari pusat hingga ke daerah, untuk membangun industri kelautan di Indonesia. (Sumber : Makassar (ANTARA Sulsel) | Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *