Potensi Pembangunan Kota Makassar

Data kompilasi Potensi Kota Makassr : oleh Jusman,S.Kel M.Si

Kota Makassar menjadi salah satu kota yang sangat penting di dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Kota ini terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat progresif dari berbagai sektor, geliat kegiatan ekonomi sangat terasa. Selain kondisi sistem Pemerintah yang kondusif, posisi strategis, juga pertumbuhan berbagai ekonomi yang variatif  dan daya tarik wisata serta dukungan infrastruktur yang terus dikembangkan. berikut berbagai potensi yang dapat mengantar Kota Makassar dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan bermartabat;

POTENSI NILAI BUDAYA
Nilai budaya adalah ukuran yang dijadikan penuntun yang sah dalam berbuat, menerima atau tidak menerima perbuatan orang lain. Nilai budaya tersebut antara lain:

  • A’bulo sibatabang a’bannang kebo A’cera sitongka-tongka (musyawarah mufakat untuk menyatukan pendapat yang terbaik dan tidak bisa diingkari)
  • Passamaturuka (sejalan antara perkataan dan perkaatan)
  • Siri’ Napacce (kemauan keras, rasa tanggung jawab, percaya diri dan menghormati)
  • Sipakatau, Sipakalebbi (saling menghargai dan saling menghormati)
  • Resopatemmangingi Namalomo naletei pammase ridewata sewai (dengan kerja keras memudahkan untuk mendapatkan ridho Tuhan Yang Maha Esa)
  • Unnallimelo (kerukunan, kedamaian, rela berkorban demi kebaikan bersama)
  • Mesa’ kada dipotuo pantang kada dipomate (tekad kebersamaan kerja keras/gotong royong)
  • Dipammeang pai dalle diteteanni pai andiang dalle na pole mettuala (kita harus kerja keras untuk mendapatkan rezeki, tanpa kera keras tidak akan ada rezeki)
  • Takkalai disombalang dota leleruppu dadi nalele tuali dilolongan “sekali layar terkembang pantang biduk surut kepantai (nilai kejuangan)

Makassar harus memiliki karakter yang tumbuh dari nilai budaya atau kearifan lokal, nilai atau etika masyarakat Makassar yg mengagumkan sebaiknya menjadi spirit dalam pengelolaan birokrasi Pemerintahan.

AGAMA, PLURALISME, GOTONG ROYONG
• Agama
Penduduk hidup toleransi denga berbagai agama, menjunjung tinggi nilai-nilai dan aturan-aturan agama yang ada dan saling menghormati, menghargai dan menjalankan hidup beragama sesuai dengan ajaran agama masing-masing serta dapat mengamalkan di dalam kehidupan masyarakat.
• Pluralisme
Masyarat Kota Makasar menghargai kebinekhaan sosial, budaya, suku dan ras masyarakat dan meyakini akan keragaman, merupakan kekayaan sosial budaya dan menghormati keragaman untuk dapat tumbuh bersama demi terselenggaranya pembangunan yang berkelanjutan.
• Kekeluargaan dan Gotong Royong
Kehidupan kemasyarakatan yang lahir dari integralistis dan dikelola berdasarkan prinsip transparansi, jujur dan bertanggung, kebersamaan dan gotong royong menjaling kerja sama berdasarkan kebenaran maupun kelompok dimana kesepkatan untuk mempertemukan berbagai aspirasi masyarakat sebagai basis harmoni kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

LETAK GEOGRAFIS DAN DEMOGRAFIS YG STARTEGIS
Kota Makassar mempunyai posisi strategis karena berada di persimpangan jalur lalu lintas dari arah selatan dan utara dalam propinsi di Sulawesi, dari wilayah kawasan Barat ke wilayah kawasan Timur Indonesia dan dari wilayah utara ke wilayah selatan Indonesia.. Luas wilayah kota Makassar seluruhnya berjumlah kurang lebih 175,77 Km2 daratan dan termasuk 11 pulau di selat Makassar ditambah luas wilayah perairan kurang lebih 100 Km².

Potensi Makassar Makassar adalah ibukota propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan menyebut dirinya sebagai Pintu Gerbang Wilayah Indonesia Timur. Sebutan Pintu Gerbang Indonesia Timur untuk Sulsel adalah tepat mengingat di wilayah ini terdapat sentra-sentra perekonomian. Selain banyak tersebar pusat kegiatan industri-industri, Propinsi Sulsel dikenal sebagai salah satu lumbung padi untuk wilayah Indonesia Timur. Di mana hampir sekitar 80% hasil padi seluruh Pulau Sulawesi berasal dari propinsi ini. Di samping itu, Makassar merupakan tempat yang penting bagi kegiatan ekspor dan impor, mengingat Pelabuhan Samudra Makassar dan Bandara Hasanuddin adalah tempat transit bagi lalu-lintas perdagangan untuk wilayah Indonesia Timur, yang sekaligus berperan dan berfungsi menghubungkan propinsi ini dengan kota-kota lain di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.

Jumlah penduduk tahun 2008  sebanyak 1.253.656 jiwa dan diperkirakan sekitar 1,5 juta di tahun 2012. (Makassarkota) Sebagai pusat pelayanan di KTI, Kota Makassar berperan sebagai pusat perdagangan dan jasa, pusat kegiatan industri, pusat kegiatan pemerintahan, simpul jasa angkutanbarang dan penumpang baik darat, laut maupun udara dan pusat pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Dalam riset Warta Ekonomi mengenai “Daerah Terkaya 2012”, temuan penting dalam riset ini ialah makin banyaknya kabupaten/kota terkaya di luar Pulau Jawa yang menduduki peringkat atas. Seperti pada riset daerah terkaya tahun 2008, untuk tahun ini ada 11 kabupaten/kota di luar Pulau Jawa yang termasuk dalam 20 kota terkaya se-Indonesia yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Siak, Kota Medan, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Muara Enim, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kampar, Kota Makassar, dan Kabupaten Badung.

SEKTOR PERHUBUNGAN
Memiliki Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, domestik Luas: 53.045 m² dengan Kapasitas penumpang: 5.300.000/tahun, Internasional Luas: 8.770 m² dengan Kapasitas penumpang: 900.000/tahun,  kini sudah mencapai delapan juta orang per tahun,” kata Komisaris Utama PT Angkasa Pura I Suratto Siswodihardjo pada workshop kebandarudaraan di Makassar. lanjut dia, diprediksi lima tahun ke depan jumlah penumpang dapat mencapai 13 juta orang.   RYAN GAZALI HAMSAR, Hasil analisis kinerja baggage conveyor belt pada kondisi eksisting pada ​Bandar Udara ​Internasional Sultan Hasanuddin ditinjau dari kondisi ​panjang ( dimensi ) conveyor belt pada kondisi eksisting sebesar 193,3333 ​m2 terhadap kebutuhan tempat barang bagasi pada jam puncak sudah ​tidak ​mampu lagi melayani ​sehingga perlu adanya pengembangan ​dengan penambahan panjang ( dimensi ) conveyor belt sebesar 240 ​m2untuk tahun 2016 dan sebesar 306,6666667 m2 untuk tahun 2021 ​dengan asumsi jumlah pesawat udara pada saat jam puncak terus ​meningkat hingga tahun 2021.

Memiliki Terminal Region Daya dan Terminal Region Daeng Tata, Terminal Regional Daya (TRD) sebagai sebuah terminal penumpang tipe A di Kota Makassar memiliki fungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan  kota antar provinsi (AKAP) dan / atau angkutan lintas batas Negara, Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP),angkutan kota dan angkutan pedesaan dengan Luas 12.000 M² (12 Hektare).

Pelabuhan laut juga menjadi jantung perekonomian kota Makassar. Semua komoditas hasil produksi Makassar didistribusikan baik untuk pasar domestik maupun pasar ekspor. Selain untuk pelabuhan barang, pelabuhan laut yang bernama resmi Pelabuhan Soekarno Hatta ini juga menjadi persinggahan kapal-kapal penumpang. Sekretaris Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sulawesi Selatan Andi Maruddani Pangerang di Makassar, Jumat, mengatakan jumlah arus bongkar muat barang di Terminal Peti Kemas Makassar saat ini telah mencapai 400 ribu twenty-feet equivalent unit (TEUs). “Daya tampung di terminal peti kemas sudah melebihi kapasitas, karena sebenarnya kemampuan daya muat hanya sekitar 350 ribu TEUs,” kata dia. Dia mengharapkan adanya penambahan ruang di pelabuhan yang kondisinya tidak mampu lagi menampung jumlah barang yang masuk ke kawasan tersebut. Dia khawatir penerapan “national single windows” di Pelabuhan Makassar nantinya akan memengaruhi kegiatan kalangan pelaku jasa kepelabuhanan dalam menjalankan bisnis.Pertumbuhan ekonomi

PERTUMBUHAN EKONOMI
Hingga saat ini, Kota Makassar mencatat pertumbuhan ekonomi mulai tahun 2007 hingga 2009 berturut-turut 8,1 persen, 10,5 persen, dan 9,2 persen. Berdasarkan harga berlaku, PDRB Makassar di tahun yang sama berturut-turut Rp 20, 8 triliun, Rp 26, 1 triliun, dan Rp 31,3 triliun. Sementara itu, pendapatan per kapita berdasarkan harga berlaku pada tahun yang sama berturut-turut Rp 16,87 juta, Rp 20,79 juta, Rp 24,58 juta. Namun bila harga konstan yang jadi patokan, pendapatan per kapita pada tahun tersebut berturut-turut Rp 9,92 juta, Rp 10,8 juta, dan Rp 11,63 juta.Ini mengindikasikan potensinya untuk menarik lebih banyak lagi investasi khususnya sektor properti, seperti perumahan, apartemen, hotel, dan pusat belanja. Pertumbuhan jumlah penduduk, industri, perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya berdampak pada Kebutuhan akan pusat aktivitas modern yang mengakomodasi gaya hidup urban semakin mendesak. Untuk itu, kehadirnya beberapa pengembang perumahan berskala nasional turut meramaikan penyediaan properti bernilai sangat positif dalam menyediakan berbagai macam fasilitas. Pilihan investasi pembangunan membuat para investor, lebih variatif.

Menuju Kota Dunia Kota Makassar harus mengakselerasi dan mempertahankan pembangunannya dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata minimal11% per tahun.

Menurut CEO Lippo Homes, Ivan Budiono. Menurutnya, masyarakat Makassar punya daya beli tinggi. Jumlah kelas menengah juga bertambah. Para pembeli produk LPKR, terutama apartemen di Jakarta dan Surabaya, banyak yang berasal dari Makassar. Mereka juga kerap membelanjakan uangnya di pusat-pusat belanja Singapura.

Menurut Alberto, ada 5 potensi utama Makassar. Pertama, sebagai penghubung yang menautkan antara Indonesia bagian barat dan Indonesia bagian timur yang menyebabkan fungsi logistik, fungsi transportasi, dan fungsi perdagangan saling berpengaruh. Pelabuhan dan bandara yang memadai menjadikan potensi kota ini makin terasa secara optimal

Kedua, sebagai tempat pengelolaan kekayaan alam (seperti tanaman coklat, peternakan, dan lain-lain). Aset ini merupakan potensi pencipta nilai tambah lebih tinggi bagi hasil budidaya alam yang masih dapat dikembangkan sehingga memacu kebutuhan ekonomi kota Makassar. Potensi ekspor hasil pengolahan budidaya tersebut masih dapat meningkat beberapa kali lipat.

Ketiga, kota pelajar, khususnya untuk mahasiswa Indonesia yang tinggal di wilayah timur Indonesia. Namun demikian, banyaknya universitas di Makassar belum sepenuhnya mencerminkan peran Makassar sebagai kota pelajar.

Keempat, Makassar juga dikenal sebagai objek wisata alam, budaya, dan kuliner yang kaya akan keragaman keindahan, tetapi belum sepenuhnya dikelola dengan maksimal. Juga, kawasan industri yang menjadi pusat produksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan hasil industri di Indonesia bagian timur.

PENDIDIKAN
Selama tahun 2006-2009, Pemerintah Kota Makassar berbangga karena IPM meningkat dengan nilai berturutturut 76.87, 77.33, 77.92, dan 78.24. Peningkatan ini patut diapresiasi sebab menandakan adanya perbaikan bukan hanya sektor fisik semata, tetapi sampai kualitas manusia di Makassar.  
Perbaikan ini disebabkan oleh berhasilnya programprogram pelayanan kesehatan dan pendidikan yang dicanangkan oleh walikota Makassar 10 tahun terakhir, menjangkau masyarakat melalui gerakan-gerakan pembangunan yang nyata bukan retorika. 

POTENSI KELAUTAN
Potensi Ikan terbang  di Selat Makassar berkisar 13.000 – 20.000 ton yang dapat dikelola setiap tahunnya (Tambunan, 2005). Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa potensi lestari sumberdaya ikat terbang di selat Makassar sebesar 12.293 ton per tahun dengan upaya penangkapan sebesar 7.840 unit pertahun (Dwiponggo, et.al., 1983), 5.770 ton per tahun dengan 4.385 unit penangkapan (Ali, et al.,2005). Penghasil ikan terbang terbesar. Nelayan penangkap ikan di selat Makassar berasal dari Kabupaten Takalar,  Barru, Pinrang,. Sulbar (Majene, Mamuju).  Hanya Takalar (Galesong) yang mengekspor telur ikan terbang.

SEKTOR KERJINAN
Kerajinan yang dikembangkan di Makassar sangatlah bervariasi. Industri tenun kain sutra dari Sidrap dan Mandar, kerajinan khas Toraja, pembuatan songkok (peci) raja Bone, pengrajin perak dari Barrang Lompo, pengrajin emas, pengrajin limbah organik, kerajinan rotan, kerajinan batu mulia, dan tentunya sebagai kota yang tenar dengan hasil lautnya, Makasar juga memiliki kerajinan kerang laut.

Perhatian akan subsektor ini juga ditunjukkan pemerintah dengan adanya Pameran Komoditas bertajuk “Smart Anging Mammiri” 2009 yang berlangsung di Celebes Convention Center (CCC) Makassar. Kegiatan ini juga sekaligus meresmikan Lembaga Pemberdayaan UMKM hasil kerja sama pemerintah provinsi dan Bank Indonesia. Dalam pameran ini juga digelar Anging Mammiri Award bagi peserta UMKM yang berprestasi, pelatihan kemasan dan desain produk, serta festival kuliner tradisional.

SENI PERTUNJUKAN
Ada beberapa yang unik dapat  diperkenalkan kebudayaan Makassar. Misalnya penyambutan hari kemerdekaan di bulan Agustus 2009 lalu, sebanyak 120 jenis kain sutera Sulawesi Selatan diperkenalkan melalui tarian Kalompoanna Paransangata yang dibawakan oleh 120 penari di Istana Negara Jakarta. Tarian Binaan Dinas Pariwisata dan Budaya Sulsel tersebut dikemas sedemikian rupa oleh penata tari dari Yayasan Anging Mamiri Makassar (YAMA) asuhan Iin Yusuf Madjid. Tarian ini sempat ditampilkan sekaligus dipromosikan oleh pemerintah provinsi pada pembukaan pameran pembangunan Sulsel di Benteng Somba Opu, Makassar.

Kesenian olah tubuh yang dimiliki oleh Makassar dinamakan tarian pepe (tarian bola api) yang sudah banyak diperagakan di beberapa daerah maupun negara. Makassar juga memiliki naskah pertunjukan kuno yang terkenal, yaitu naskah Ila Galigo yang telah dialihkan ke bentuk digital oleh Perpustakaan Nasional Indonesia.

Pemerintah juga menyokong pertunjukan seni yang diselenggarakan olah pihak universitas, Seperti acara “Art Moment” sebuah pagelaran seni yang digelar oleh Fakultas Seni dan Desain, Universitas Negeri Makassar (UNM) yang menampilkan 250 seniman Indonesia dan internasional dari berbagai bidang seni. “Art Moment” ini dibuka dengan pertunjukkan seni berupa tarian bertema “Sound That Dancing on the Rainbow” oleh 100 penari serta parade karya seni dari Anjungan Pantai Losari menuju Benteng Ujungpandang.

Selain dua subsektor di atas, Pemerintah Kota Makassar juga memberi ruang gerak yang tidak sedikit untuk pelaku kreatif agar mereka dapat lebih terfasilitasi dalam melakukan kegiatan dalam rangka pengembangan industri kreatif, misalnya:

  • Penyelenggaraan pameran mainan “Makassar Toys Fair” (MTF) di Makassar
  • Mengadakan acara “Visit Losari” yang berisi festival kuliner dan pergelaran seni selama dua hari dua malam
  • Penyelenggara Tourism International Mart and Expo (TIME) yang mendatangkan buyers dari berbagai negara
  • Program “IASmo bebas” Walikota Makassar yang memberikan jaminan dari lahir sampai mati
  • Menyelenggaraan pameran Jakarta Tourism Expo (JTE) 2009
  • Subsidi bagi fasilitas gedung kesenian, agar para pelaku seni dapat terus berkreasi tanpa merasakan adanya hambatan.
  • Mengadakan kompetisi music “Do Your Beat” yang mendukung acara Soundrenaline
  • Menyokong music jazz Indonesia dengan adanya Tohpati Pakarena In Jazz dan Jazz at Fort Rotterdam
  • Revitalisasi pasar Pabaengbaeng seluas 21.600 meter
  • Mengadakan Internet Masuk Sekolah
  • Menggenjot sektor pariwisata dengan merilis berbagai paket wisata
  • Mengadakan parade seni tradisional Makassar
  • Makassar juga pernah terpilih sebagai pemerima penghargaan atas ditetapkannya Kota Makassar sebagai salah satu daerah berprestasi di Indonesia dari Menteri Keuangan Sri Mulyan

PERHOTELAN
Head of Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus, mengatakan aksi ekspansif para pemain perhotelan tersebut termotivasi oleh potensi pertumbuhan ekonomi, perjalanan bisnis dan wisata yang meningkat serta maraknya aktifitas meeting, incentive, convention & exhebition (MICE) di beberapa kota.

Kota-kota ini memiliki rerata pertumbuhan tarif kamar sebesar 5 hingga 7 persen per tahun dan lamanya tamu menginap (length of stay) sekitar 2 persen. Selain itu, tingkat hunian (occupancy rate) juga tetap bertahan pada angka di atas 70 persen untuk hotel ekonomi, dan di atas 60 persen untuk middle scale.  Tingkat hunian Amaris, contohnya, mencapai rerata 90 persen. Sementara Ibis budget mencapai 80 persen. Untuk kelas menengah Santika dan Santika Premier mencatat occupancy rate 75 persen.

“Kegiatan perdagangan, bisnis dan eksebisi masih merupakan magnitud yang kuat, selain pertumbuhan ekonomi secara umum yang cenderung stabil,” imbuh Anton.

Hal senada diungkapkan Corporate Marketing Communication Manager Santika Indonesia Hotels & Resorts, Vivi Herlambang. Menurutnya, kegiatan bisnis yang dipicu oleh belanja pemerintah daerah setempat (government spending) juga ikut mengerek pertumbuhan bisnis perhotelan di kota-kota tersebut. Itulah mengapa pihaknya akan mengembangkan sekaligus mengelola sejumlah hotel baru hingga 2015 mendatang.

POTENSI BAHARI
Kami memiliki pantai yang cukup luas sehingga pengalokasian kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil yang diharapkan menjadi “surga” para pelancong, sebab kami pengembangan wisata bahari yang berbasis konservasi dan masyarakat,” Asisten III Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Makassar Syahrir Sappaile.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pengembangan wisata bahari sebagai destinasi unggulan di Kota Makassar dan sangatlah prospektif mengingat Kota Makassar berada di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan dan terletak di pesisir pantai bagian selatan Pulau Sulawesi yang mempunyai 11 pulau-pulau kecil.

Pulau-pulau kecil yang memiliki hamparan terumbu karang dan lamun, panorama pantai dan laut yang indah, serta kaya akan keragaman potensi sumberdaya dan didukung oleh kegiatan pemanfaatan jasa-jasa Pariwisata seperti Pulau Kayangan, Pulau Samalona, Pulau Kodingarengkeke, dan Pulau Lanyukang, dengan luas keseluruhan 178,5 hektare atau 1,1 persen dari luas kawasan daratan,” ucapnya.

Selain itu, Kota Makassar telah mengembangkan kawasan pesisir dan laut Kota Makassar secara langsung dan tidak langsung seperti wisata Pantai Losari, Pantai Akkarena, Pantai Tanjung Bunga, dengan kegiatan wisata seperti berperahu, berenang, sky air, wisata memancing, wisata “theme park dan outbound” yang dikembangkan adalah di Trans Studio dan Pantai Akkarena, Wisata sejarah dan budaya yaitu Benteng Rotterdam, Benteng Sombaopu, Taman Miniatur Sulawesi Selatan, dan Pelabuhan Rakyat Paotere.

TATA RUANG KOTA
Pemanfaatan ruang Kota Makassar yang mencapai rasio penggunaan lahan hingga 95% terhadap luas wilayahnya, menuntut dukungan aparatur yang handal dan kinerja pengawasan berikut pelayanan dalam penataan ruang yang harus mampu menyediakan ruang untuk Makassar menuju Kota Dunia. Dalam konteks ini Makassar diharapkan menjadi kota yang indah, damai, menarik dan memiliki lingkungan yang berkesinambungan. Untuk itu seiring perkembangannya yang pesat, sangat diperlukan penataan ruang dan lingkungan Kota Makassar yang mampu mengakomodasi perkembangan dan kebutuhan jauh kedepan sebagai kota ideal yang tengah menuju Kota Dunia, sehingga ”Makassar Kota Dunia Berlandas Kearifan Lokal”, diyakini dapat mewujud pada akhir 2025

POTENSI PENGEMBAGAN WILAYAH
Makassar yang sangat pesat sehingga menyatu dengan kawasan perkotaan Maros di Kab. Maros, kawasan perkotaan Sangguminasa di Kab. Gowa, dan kawasan perkotaan Takalar di kab. Takalar, merupakan kawasan yang menjadi satu kesatuan penataan ruang. Kawasan menjadi satu kesatuan ekosistem, ekonomi, dan sosial budaya yang ditata menjadi bagian dari sistem pengembangan perkotaan nasional. Kawasan Metropolitan Mamminasata merupakan kawasan yang telah ditetapkan di dalam PP No. 26/2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional  sebagai kawasan Strategis Nasional (KSN). Dalam penataan ruang KSN ini, komitmen daerah dirasakan cukup kuat sehingga pemerintah pusat juga terus menunjukkan komitmen yang sama terutama dalam mengawal implementasi struktur ruang dan pola ruang kawasan sesuai dengan sektor masing-masing.Beberapa proyek yang menjadi prioritas untuk dikembangkan di Kawasan Metropolitan Mamminasata antara lain, jaringan jalan arteri dengan melakukan studi kelayakan TransSulawesi dan Mamminasata Bypass, jaringan air bersih, pengolahan persampahan dengan membangun TPA baru di Pattalassang (Gowa) dengan menggantikan TPA eksisting di Tamangapa (Makassar), serta pembangunan Center Point of Indonesia yang berlokasi di Kota Makassar.CATATAN
update baru 13-01-2014.
Data Potensi lainnya di kota Makassar akan diperbarui kembali jika perlukan.
Sumber : http://jusmanskel.blogspot.co.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *